PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN TERHADAP POLA KEPEMIMPINAN RESPOSIF-AKOMODATIF DAN PROAKTIF-EKSTRAKTIF DARI ELIT DALAM RANGKA MEMBANGUN DEMOKRATISASI DI INDONESIA

Abdul Ghofir, Sudiyo Widodo, Anggi Prasetiyo, Elisa Chintya Dewi

Abstract


Drs. Abdul Ghofir, M.Pd, Sudiyo Widodo, S.Pd. MH; Anggi Prasetiyo, Elisa Chintya
Dewi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Dharma Klaten. Laporan penelitian: Persepsi
Mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten terhadap Pola Kepemimpinan Responsip-Akomodatif dan Proaktif-Ekstraktif dari Elite dalam Rangka Membangun Demokratisasi
di Indonesia.
Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa yang menjadi pengurus
Ormawa tahun 2016 terhadap pola kepemimpinan responsif-akomodatif dan proaktif-ekstraktif terhadap upaya membangun demokratisasi di Indonesia yang mencakup: a.
Mengidentifikasi dinamika pola kepemimpinan responsif-akamodatif dan proaktif-ekatraktif pada kelembagaan negara.b. Mengidentifikasi dinamika demokratisasi dari
pemimpin dan pemegang/elite. c. Membuktikan pengaruh pola kepemimpinan responsif-akamodatif dan proaktif-ekatraktif pada kelembagaan negara terhadap upaya
membangun demokratisasi di Indonesia.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan paradigma kuantitatif-kualitatif
korelasional untuk mencari hubungan dan kontribusi antara variabel bebas yaitu Pola
Kepemimpinan Responsip-Akomodatif dan Proaktif-Ekstraktif dari Elite dan variabel
terikatnyayaitu Upaya Membangun Demokratisasi di Indonesia. Dalam penelitian ini
menggunakan instrumen angket untuk pengumpulan data dan analisis data kuantitatif dan
wawancara untuk pengumpulan data dan analisis data kualitatif. Angket dilakukan uji
validitas dan reliabilitas dengan hasil semua butir angket valid dan reliabel. Proses
analisis data kuantitatif menggunakan SPSS versi 18 for Windows, sedangkan analisis
kualitatif menggunakan model interaktif yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan verifikasi/simpulan. Data angket perlu dialkukan uji persyaratan
meliputi: Uji normalitas, linearitas dan heterokedastisitas, yang hasil baik Sedangkan
validitas wawancara didasarkan pada trianggulasi dengan rasio.
Hasil penelitian diuraikan sebagai berikut: a. Kontribusi variabel bebas terhadap variabel
terikat sebesar R Square sebesar 0.115, nilai F hitung pada tabel ANOVAsebesar 11.918.
Sedangkan Ftabel pada df = 93 adalah 2.47.Artinya Fhitung lebih besar dari Ftabel atau
11.218 >2.47.Adapun T hitung lebih besar dari T tabel pada tingkat signifikansi ( sig ) =
0.001 maka 3,452 >1,997. Secara nyata dapat pula dilihat bahwa dalam output tabel
coefficients diketahui nilai koefisien sebesar 0.408. artinya pada saat variabel pola
kepemimpinan bernilai konstan maka setiap penambahan satu satuan dari variabel pola
kepemimpinan akan meningkatkan upaya membangun demokratisasi sebesar 0.408.
Adapun model persamaan regresinya adalah:Y = 49.209 + 0, 408 X 1 = 49, 617.
Berdasarkan simpulan diatas, hasil penelitian memiliki implikasi bahwa ditemukan
adanya kontribusi dalam kisaran sedang pada pemimpin yang sedang memegang
kekuasaan ( elite ) baik pada supra struktur politik maupun infra struktur politik maka
mereka harus terus berintrospeksi untuk mereformasikan diri agar didalam menjalankan
fungsinya mampu membangun demokratisasi. Khusus untuk elite pusat di jajaran
eksekutif dan organisasi kemasyarakatan daerah harus senantiasa menjaga untuk
meningkatkan peran agar kondisi demokrasi di Indonesia terus menuju level demokrasi
maju/modern sehingga akan menunjang terbentuknya masyarakat madani yang
partisipatorik. Diaharapkan ke depannya masyarakat diberi kesempatan luas untuk
berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Kata kunci: Pola kepemimpinan, demokratisasi, kontribusi, supra dan infra struktur
politik


Refbacks

  • There are currently no refbacks.